Suatu waktu, ketika suasana ramai sekali dengan para bocah yang mulai menginjak masa pubernya, menginjak masa untuk pencarian jati diri. Perhatian mereka semua terpusat ke tengah lapangan, ke kakak-kakak yang sedang mencoba menarik perhatian adik-adik kelas para siswa baru. Ya, saat itu di salah satu SMA yang berada di komplek tentara sedang digelar pertunjukkan ekstrakurikuler dalam rangka promosi, pencarian anggota baru dari para siswa yang baru saja diterima di SMA itu. Di sekeliling lapangan juga ramai dengan stand-stand ekskul yang meriah dan ramai ditunggui oleh para pengurus ekskul.

Dari sekian banyak stand di sana, entah kenapa, perhatianku teralihkan oleh satu stand yang banyak ditunggui oleh para kakak kelas muslimah yang cantik dengan balutan jilbabnya. Memang ada juga yang berbeda di stand itu, dibagikan es krim gratis bagi siswa baru yang berkunjung. Tapi di luar alasan itu, aku merasa sangat kuat tarikan yang akhirnya menggugah aku untuk mengunjungi stand itu, tak tau kenapa. Tetapi mungkin aku telah menyadarinya, masa itu adalah masa titik balikku. Mungkin ini yang dinamakan hidayah, amin ya Allah…merasa diri menjadi orang yang selalu beruntung, merasa Allah begitu sayangnya.

Beranjak dari kisahku di atas, mungkin teman-teman juga memiliki kisah berkesan sendiri. Kejadian-kejadian lampau bersama orang-orang terkasih, yang apabila dirunut, dicari-cari hubungannya, mungkin itu adalah salah satu masa yang akhirnya menjadikan diri menjadi dirimu yang sekarang.

Hmm, aku tak mau melebar, di atas hanya sepotong kisah yang membuatku sadar, yang juga menuntun aku untuk terus belajar hingga saat ini. Sekarang aku sedang ingin berbicara dengan muslimah dan membicarakan tentang kita, “muslimah”.

Muslimah, makhluk Allah yang begitu uniknya, yang Allah berikan keistimewaan-keistimewaan dalam dirinya, yang tidak ada pada seorang muslim. Dari rahimnya, dilahirkan generasi penerus, dari ASI nya dihasilkan manusia yang cerdas, dari air matanya didapat hikmah dan kasih sayang, dari lemah lembutnya diperoleh pemimpin yang bijaksana, dari setiap yang ada pada dirinya, Allah berikan keistimewaan. Wahai  muslimah, nikmat mana lagi yang engkau dustakan.

Banyak sekali kisah-kisah dahulu, yang menggambarkan peran muslimah. Aisyah r.a dengan kecerdasannya, Khansa dengan ketegaran dan kelapangan hati merelakan anak-anaknya syahid di medan perang, Asma’ binti Abu Bakar dengan kesederhanaannya yang selalu bersedekah tanpa menunggu adanya kelebihan, Khadijah r.a dengan sifat lembut dan pengayomnya, pendamping Rasulullah dikala bimbangnya. Juga kini dengan kisah para istri pejuang-pejuang Muslim di Palestina yang siap mati demi melawan zionis Israel, kisah para ibu yang berhasil mendidik anaknya hingga menjadi hafidz dan hafidzah. Kisah para intelektual muda muslimah yang sukses di bidangnya masing-masing, dan banyak kisah muslimah lain yang menginspirasi.

Lalu, di manakah kita berpijak saat ini. Apa yang telah kita lakukan bukan hanya untuk diri sendiri? Mungkin kini bukan saatnya lagi untuk bertanya kepada diri, sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang kita dapat. Karena semestinya, itu hal pertama yang wajib kita lakukan. Tetapi kini, seharusnya kita mampu menuntut diri untuk bertanya, sudahkah kita mampu memberikan manfaat untuk orang lain atas nikmat yang kita peroleh?

Tak mudah, tetapi juga tak sulit sebenarnya untuk menjadi seorang wanita yang bermanfaat dengan segala potensi yang telah Allah berikan. Dengan title Islam sebagai agama yang kita anut, dan penghargaan nama sebagai seorang “muslimah”, maka kita wajib untuk membuktikannya. Dari hal yang sederhana, membentuk pribadi yang mencirikan kita sebagai seorang muslimah. Karena hal yang membedakan antara wanita biasa dan muslimah adalah keimanannya.

Sudah sejauh mana kebersihan aqidah kita, meyakini Allah sebagai Tuhan yang Esa, yang berkuasa atas segalanya. Sudah sejauh mana kebenaran ibadah harian yang kita lakukan, solat, puasa, zakat, dll. Sudah sekokoh apa akhlak islami kita terapkan, sudah sebaik apa kita menjaga fisik dan meng-upgrade pengetahuan sebagai kewajiban seorang muslim untuk menuntut ilmu. Sudah pada tingkat apa kita mampu menahan hawa nafsu, memanajemen waktu, memprioritaskan suatu hal dan menjalankannya seprofesional mungkin. Sudah sejauh mana kita sebagai muslimah mandiri dalam setiap urusan kita, tidak tergantung pada orang lain, dan sudah sejauh mana orang lain merasakan keberadaan kita, merasakan kebermanfaatan kita.

Teman-teman muslimah, sesungguhnya Allah Maha Penyayang. Dia telah berikan apa yang kita butuhkan, tinggal bagaimana saja kita mensyukurinya. Bentuk syukur kita adalah dengan menyadari nikmat itu, kemudian berusaha untuk menjadi muslimah yang lebih baik setiap waktunya dengan meng-upgrade diri sendiri, hingga mampu menjadi teladan untuk orang lain, dan akhirnya bermanfaat bagi orang lain.

Kita patut berbangga, karena Islam adalah satu-satunya agama yang Allah ridhoi. Kita pun patut berbangga, karena Allah menjadikan muslimah sebagai makhluk yang unik, dan makhluk yang diberi banyak keistimewaan. Maka, sudah sepatutnya pula, sebagai wujud iman kita kepada Allah, kita buktikan peran kita, kebermanfaatan kita yang tercermin dari hati, lisan, dan perbuatan sebagai seorang yang layak menyandang penghargaan nama “muslimah”.


“Dunia ini adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.” (H.R.Muslim)

Rasanya, kesekian kalinya Allah berikan nikmat yang begitu besar. Berada di antara orang-orang sholeh-sholehah, para pejuang agama Allah, seperti mereka.

Sungguh beruntungnya diri ini…Allah berikan kesempatan untuk menjadi seseorang yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri.

Biarkan saya mencoba tetap di sini, walau tak sebaik yang mereka kira, walau tak setangguh yang mereka pikir, walau tak selayak yang mereka rasa, karena hanya saya dan Allah yang lebih tau siapa saya….tapi biarkan saya tetap terjaga berada di antara mereka. Saya ingin menjadi seorang yang lebih baik….

Berharap amanah ini dapat mengantarkanku, dan mengantarkan mereka ke Surga Nya.

It’s me, and It’s not complete without them…^^

Iklan

Alhamdulillah….

Posted: Maret 27, 2011 in curhat

Rasanya, kesekian kalinya Allah berikan nikmat yang begitu besar. Berada di antara orang-orang sholeh-sholehah, para pejuang agama Allah, seperti mereka.

Sungguh beruntungnya diri ini…Allah berikan kesempatan untuk menjadi seseorang yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri.

Biarkan saya mencoba tetap di sini, walau tak sebaik yang mereka kira, walau tak setangguh yang mereka pikir, walau tak selayak yang mereka rasa, karena hanya saya dan Allah yang lebih tau siapa saya….tapi biarkan saya tetap terjaga berada di antara mereka. Saya ingin menjadi seorang yang lebih baik….

Berharap amanah ini dapat mengantarkanku, dan mengantarkan mereka ke Surga Nya.

It’s me, and It’s not complete without them…^^